Einstein – Kelly Clarkson

Simple math
Our love divided by the square root of pride
Multiply your lies plus time
I’m going out of my mind
It was heavy when I finally figured it out alone

I didn’t get it’s the first time
Don’t think I’ve been so blind
And I may not be Einstein but I know
Dumb plus dumb equals you
Dumb plus dumb equals you
Dumb plus dumb equals you, you

Even had the nerve to flirt with her in front of my face
Here’s your keys, your bags, your clothes,now get out of my place
You say I’m crazy, now we’re happy
Is that supposed to comfort me?

I didn’t get it’s the first time
Don’t think I’ve been so blind
Yeah I may not be Einstein but I know
Dumb plus dumb equals you
Dumb plus dumb equals you
Dumb plus dumb equals you, you

All of your promises plus
A thousand apologies just
Take out the pain and let it leaves us
With nothing at all, no, nothing at all

You can stop wasting my time
Without you I’m just fine
Why did it take me so long to figure it out
Dumb plus dumb equals you
Equals you, yeah

I didn’t get it’s the first time
Don’t think I’ve been so blind
Yeah I may not be Einstein but I know
Dumb plus dumb equals you
Dumb plus dumb equals you

Simple math
Our love divided by the square root of pride
Multiply your lies plus time
I’m going out of my mind
And I may not be Einstein but I know
Dumb plus dumb equals you

Inggris-Inggris

Suatu saat kenalanku di twitter pernah nge-tweet begini: “Kenapa baca British books kesannya beda sama American books? British books joke2nya lebih ga bisa ditangkep (kecuali Harry Potter).” Kira2 begitulah tweet temenku tadi. Aku sempet bales sebisaku dan sepengetahuanku: “Karena British books joke2nya lebih sadis, sinis, dan kadang political.” Habis itu si temenku itu tadi nambahin lagi, “Dan juga kalo becandaan yg menyangkut seks suka lebih kejem.”

Hahaha… I’ve known it all along, actually. Baca segala teks yg memakai bahasa Inggris-Inggris (bukan Inggris-Amerika), haruslah siap fisik dan mental. Siap fisik karena harus memahami bahasa Inggris-Inggris yg masih pakem dan lebih sulit daripada bahasa Inggris-Amerika, juga siap mental buat nangkep dan ‘menerima’ joke2nya yg emang sering kali keterlaluan.

Contoh aja yg lebih gampang buat yg ga suka baca buku/novel. Suka sepak bola? Suka baca majalah Four Four Two? Well, aku suka banget baca Four Four Two (secara aku suka sepak bola, terutama Liga Inggris), dan dulu sempet beberapa kali baca versi aslinya (bukan yg terbitan Indonesia lho, maksudnya). Selain secara linguistik bahasa Inggris-nya beda sama bahasa Inggris-Amerika (aku kira sudah banyak orang tahu lah perbedaannya), gaya penulisannya juga ‘tega dan kejam’. Bagi para fans dari klub ato pemain tertentu, siap2 aja idolanya dihina-dina dengan kata2 becandaan yg nyeleneh. Nyeleneh dalam artian: lucu sih, tapi JAHAT!

Contoh yg paling aku inget (diambil dari versi terbitan bahasa Indonesia):

1). ada suatu artikel yg ngomongin tentang squad timnas Spanyol, terus ada perbandingan siapa kiper terbaik yg paling pantas menjaga gawang timnas Spanyol, tapi kelihatannya Iker Casillas masih menjadi pilihan utama, padahal waktu itu penampilan Pepe Reina cukup bagus dan menjanjikan. Nah, waktu itu foto mereka berdua disandingkan, terus ada balon omongan (kayak di komik2 gitu) yg ditempel di gambarnya Iker Casillas seolah2 dia bilang (padahal itu cuma becandaannya si penulis artikelnya aja) begini: “Kembali ke bangku cadanganmu, Reina!” Hahahaha LOL LOL LOL. Aku sih, ketawa2 aja, karena emang lucu. Tapi ya itu, sadis juga sih. Hehe.

2). Terus ada juga artikel yg membahas siapa pemain terseksi di Liga Spanyol, emang ga penting banget ya. Tapi lucunya adalah, ternyata menurut survei cewek2 di Spanyol sana, pemain terseksi di Liga Spanyol adalah pemain Athletic Bilbao bernama Aitor Oracio, terus ada komentar di artikel itu yg bunyinya gini: “Ternyata Cristiano Ronaldo cuma GR.” Hahahaha, sumpe deh.

Nah loh, yg versi terjemahan Indonesia aja udah kayak gitu, gimana yg versi aslinya? Sumpah, kalo baca yg versi aslinya, tulisan2 di majalah Four Four Two bisa lebih kejem lagi, dan lebih lucu.

Begitu juga dengan media newspaper-nya. Kalo suka iseng baca koran The Guardian versi online-nya, sama aja ‘tega dan kejam’-nya. Cara mereka menuliskan berita juga sama nyeleneh-nya dengan majalah Four Four Two.

Untuk karya sastra Inggris-Inggris, sejauh ini aku udah baca semua seri Harry Potter (walo becandaannya ga kejem, tapi kocaknya aneh juga), A Short History of Tractors in Ukrainian sama Two Caravans karya Marina Lewycka, terus yg terakhir One Day-nya David Nicholls. Rata2 semua sama: lucunya aneh, sadis, sinis, kadang political, dan ada juga beberapa bagian leluconnya tuh harus dicerna lamaaa…. dulu baru ngeh apanya yg lucu.

Yah, itulah sekelumit pengalamanku bersama bahasa Inggris-Inggris. Aku sendiri sejak kecil udah mempelajari dan terbiasa memakai bahasa Inggris-Amerika. Waktu kuliah aku juga lebih sering pake Inggris-Amerika, karena materi yg pake bahasa Inggris-Inggris tuh sedikit banget, paling2 cuma materi karya2 sastra klasik. Mana aku dulu juga anak American Studies pula.

Hueh, tapi jujur aja, sebenernya aku lebih suka kalo baca teks dalam bahasa Inggris-Inggris. Apakah itu karena aku adalah orang yg ‘tega dan kejam’?? Mungkin aja. Hehe. Tapi kalo ‘memproduksi’ bahasa Inggris secara lisan maupun tulisan, aku masih lebih condong dan enak pake bahasa Inggris-Amerika.

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2

Starring: Daniel Radcliffe, Rupert Green, Emma Watson

 

Bagi orang yang emang suka telat nonton film, akhirnya aku bisa juga nonton bagian terakhir Harry Potter (setelah melewati serentetan masalah sarana dan pra-sarana, hehe).

Well, yah, tapi setelah nunggu lama dengan ekspektasi tinggi, akhirnya aku harus kecewa juga. Para pembaca sekalian pasti udah pada nonton film ini ya, terutama Potter freaks. Nah, cuma pengen nuangin unek2 aja nih, in case kita punya pendapat sama/berbeda.

Hmm… kita mulai dari mana? Kita mulai dari ‘semua bagian yang diubah’? Hueh, BUANYAK banget bagian yg diubah: dipotong, ditambahi, diganti, dll. Seingatku, yg diubah adalah pas Hermoine sama Ron merusak piala dengan basilisk, adegan ciuman mereka berdua, waktu Harry sampe di Hogsmeade, waktu Harry nyari tiara Ravenclaw, apa yg dikeluarkan waktu Snape meninggal (“Ambillah air mataku”????? LEBAY…. ember), terus gimana caranya tongkat Elder bisa sampe ke tangan Harry, terus proses Neville membunuh Nagini, mimpi Harry sama Dumbledore waktu pingsan, dll, dll deh. Wah, saking banyaknya yg beda ampe pusing kalo inget-inget. Terutama adalah pas adegan Harry narik Voldemort dari puncak kastil.

Oke, membawa novel ke film emang susah, semua orang tahu itu. Dan sering kali juga harus ada banyak perubahan. Tapi kalo perubahannya jadi ga masuk akal begini, nontonnya kan jadi pusing. Waktu nonton VCD-nya bareng2 sama kakakku, dia aja sampe terus-terusan nanya “Kenapa begini?” , “Kenapa begitu?”. Aku sampe capek ngejelasin versi aslinya di novel supaya kakakku bisa nangkep jalan cerita filmnya.

Terus-terang aku kecewa banget sama yg kedua ini, kesannya dipaksa untuk selesai dalam waktu more or less 2 jam. Padahal yg pertama bagus banget tuh, aku ampe kagum karena banyak banget bagian yg remained the same jadinya pas ditonton made sense. Tapi yg kedua ini, hue… pas nonton harus mikir2 dulu ‘kenapa begini, kenapa begitu’.

Untungnya, adegan pertarungan sama visual efek-nya keren, jadi ada kompensasi. Secara visual tetap enak ditonton. Hmmpppffhhhh…

So, what d’ya think???

Kelly Clarkson’s New Album: Stronger

 

Whoaa!!! Akhirnya bisa dapet dan dengerin album baru artis favorit aku yg satu ini. Fiuh! Setelah kecewa berat dengan album All I Ever Wanted yg dull abis, kali ini aku ngarep banget album baru Kelly Clarkson bisa lebih bagus dan keren, at least kayak Breakaway sama My December. Nah, pas denger singel pertamanya Mr. Know It All di radio, aku agak ragu: apakah aku HARUS kecewa lagi?? Haiihh…lagunya nggak banget deh, sumpah.

Tapi… setelah denger satu FULL album Stronger ini, aku lega luar biasa! Sisa lagu-lagu di album ini keren-keren semua! Terutama favoritku adalah Stronger, Honestly, Einstein, Dark Side, Let Me Down, sama lagu country Don’t You Wanna Stay (duet bareng Jason Aldean).

Yang paling enggak aku suka jelas: Mr. Know It All, I Forgive You, sama Don’t be a Girl about It. Hmm… Ini kuping rasanya mau going insane!

Yah, tapi secara keseluruhan album kelima Kelly Clarkson ini emang worth listening, keren banget! Vokal Kelly emang ga berubah dan tetep nge-rock dengan range vokal tertentu, tapi senengnya dia tetep setia sama pop-rock ala dia sendiri. Pokoknya senenglah sama album ini.

Aku kasih bintang 3,5 dari 5 total.

New Books!

Uhui!! Akhirnya aku BISA, ato MAMPU ya menurut istilah ekonominya (ah, whatever lah!), beli buku! Yay…yay…yay… setelah mendapat penghasilan yang alhamdulillah banget, aku langsung kalap beli 3 buku sekaligus. Pengennya sih, beli Si Turki dan Ibuku / The Turk and My Mother (Mary Helen Stefaniak) sama The Black Book (Orhan Pamuk), tapi kemaren itu pas di Jogja ga nemu. Ya udah.

Tapi gantinya aku dapet buku ini:

1. The Help (Kathryn Stockett)

2. Suite Française (Iréne Némirovsky)

3. One Day (David Nicholls)

 

Ga nyesel lah, karena setelah aku baca secara scan, ketiga-tiganya ceritanya bagus. Sekarang ini aku lagi baca yg One Day (aku sempet-sempetin di sela2 waktu kerjaku, hehe). Wuih, ceritanya canggih!! Karakter2nya kuat. Keren lah. Bacanya juga ketawa mulu. Ceritanya dramatis dan romantis, tapi ga lebay alias menye2. Bau-baunya kaya Before Sunrise sama Before Sunset.

Yah, yah, aku tetep ngincer sih The Turk and My Mother sama The Black Book. Moga-moga kelak bisa dapet. Biasa, napsunya sama karya sastra berbau Eropa (khususnya Eropa Timur), dan sekarang ini lagi demen yg berbau Turki. Heihei…

Beyoncé’s New Album: 4

 

Hah, akhirnya bisa dengerin album barunya Beyoncé. Oh, kalo aku, penggemar sih, bukan ya. Tapi gara2 sejak remaja terbiasa dengerin Beyoncé, dari awal dia di Destiny’s Child sampe dia solo karir, aku jadi penasaran sama her next big thing.

Nah, pas denger single pertama dia di radio yang judulnya Run the World (Girls) terus single yang kedua Best Thing I Never Had, aku pesimis. Aku mikirnya: ini lagu kok aneh banget ga enak didenger, video klipnya juga aneh bin ajaib gitu. Tapi karena penasaran, aku tetep cari albumnya. Setelah dapet, wuaaahhh….. worth it lah. Dua lagu itu bisa di-skip aja, karena lagu2 yg lainnya keren banget. Emang rata2 lagunya mellow, tapi keren dari segi musik dan lirik.

Yang paling aku suka I Care, Start Over, sama I Was Here. Yang I Miss You sama Party (feat. Andre3000 sama Kanye West) juga keren. Tapi yang paling top ya, yang tiga pertama itu tadi. Lagu yang paling nyebelin jelas Run the World (Girls), Best Thing I Never Had, terus sama Countdown dan End of Time. Bener-bener annoying songs. Sori, aku cuma ga selera aja sama lagu2 semacam itu. Nggak enak didenger.

Overall, album ini emang “rasa”-nya Beyoncé banget, tapi dari segi lirik bisa dibilang Beyoncé lebih “dalem”. Mungkin lirik Rather Die Young agak2 lebay, tapi nggak terlalu mengganggu juga. Aku paling suka liriknya I Was Here, hmm… gimana ya, ngomongnya? Hebat lah liriknya J

Aku kasih tiga lah dari lima bintang. Worth listening.

 

Dijual: Kamera Asahi Pentax

PENGUMUMAN: Aku mau jual kamera nih, kamera lawas banget.

Ini dia spesifikasinya: Merk Asahi Pentax (asli Jepang, beneran!!), komplit satu paket (kamera, lampu, dan lensa fokus beserta sarungnya), kamera film BUKAN kamera digital karena ini kamera jaman lawas banget, harga dipasang sebesar 5 juta rupiah (maaf, nggak bisa nego). Keadaan masih bagus (lensa bagian dalam agak kotor, tapi bisa dibersihkan kok. Overall, semua masih bagus).

Ini dia paket kameranya:

1. Kamera

            

2. Ini lampunya:

3. Ini lensa fokusnya:

        

yg berminat silakan hubungi aku di email ratihdwi.ak@gmail.com ato komen di sini juga bisa. Semoga anda para pembaca berminat!!! :)

Anggun’s New Album: Echoes

Yay!! Akhirnya bisa juga dengerin album barunya Anggun: Echoes. Sebagai fans-nya Anggun, tentu aku udah lama nunggu-nunggu albumnya barunya dia. Apalagi pas denger single yang Only Love, jadi tambah penasaran banget. Musik di lagu Only Love yang unik banget bikin aku penasaran, gimana sebenernya album internasional Anggun yg kelima ini. Karena terus-terang, aku ga begitu suka album yg sebelum ini, Elevation. Not my taste, itu aja. Dan menurutku juga, kesannya nggak Anggun banget :p.

Nah, di album ini, Anggun kayak kembali ke “warna aslinya”, I should say. Lagu-lagunya lebih pop-rock, dengan musik rock-nya lebih dominan. Seneng deh denger vokal Anggun yg mantap dipadu dengan suara gitar yg gahar dan gebuk drum yg keren punya. Lagu-lagu seperti Buy Me Happiness, Impossible, Rollercoaster, Sorry, sama Year of the Snake nunjukin musik rock yg keren plus suara Anggun yg emang mendukung banget. Tapi ada juga lagu-lagu yg enggak nge-rock alias slow tapi tetep enak didenger seperti A Stranger, Always You (featuring Schiller, musisi Jerman), Eternal (Berkilaulah versi bahasa Indonesia-nya), Silent Vow, sama Count on Me. Cold War jg enak banget buat didenger, buat telingaku kedengerannya Eropa banget, cool!

Untuk lagu favoritku sendiri, aku pilih A Stranger (yg liriknya ngingetin sama lagu Cover di album Luminescence), Buy Me Happiness, Sorry, Year of the Snake, Always You, Cold War, Eternal, sama Rollercoaster. Selain musiknya keren banget, liriknya juga bagus banget. Anggun emang jago bikin lirik lagu yg meaningful. Begitu denger, langsung kayak merenung aja bawaannya :p .

Sebenernya aku suka musik di lagu Only Love, tapi sayang aku nggak begitu suka versi bahasa Indonesia-nya (Hanyalah Cinta). Bukan apa-apa, aku cuma ngerasa liriknya kurang sreg di telinga. Meaningful emang, tapi ada bagian yg kurang pas aja.

But overall, this is the best Anggun’s international album of all. Aku udah denger dari yg keluaran tahun 1997 (awal karir Anggun di kancah internasional), Chrysalis (2000), Luminescence (2005), Elevation (2008), sampe yg ini. Dan Echoes inilah yg paling keren (so far, moga-moga kelak Anggun kalo bikin album lagi bisa lebih keren lagi) ;p .

Adele’s New Album: 21

Akhirnya punya kesempatan buat dengerin album barunya Adele. Aku udah suka banget sama Adele sejak pertama kali dia keluar dengan lagu Chasing Pavements, dan later on Water and Flame (duet dengan penyanyi lain). Sumpah deh, suaranya bagus banget: serak tapi kuat, bisa rendah dan tinggi sama bagusnya, dan yang paling jelas adalah kemurnian suaranya di nada-nada tinggi. Wah, sejak dulu aku udah jatuh cinta banget lah sama Adele.

Cuma, dulu aku ga begitu sreg sama aliran musik di album pertamanya 19, cuma suka lagu Chasing Pavements doang. Tapi pas denger lagu baru dia di radio yg judulnya Rolling In The Deep, aku langsung penasaran sama album terbaru dia 21. Begitu denger album Adele yg terbaru ini, aku langsung jatuh cinta. Musiknya lebih… hmm… let’s say… ‘seleraku’. Lagu-lagunya rata-rata lebih soul, banyak suara gitar dan drum-nya (which I like so much!), lagu-lagunya sendu dan dramatis baik secara musik maupun liriknya (dilihat dari kenapa dia bikin album ini: patah hati sama mantan cowoknya, haha!) tapi nggak menyek-menyek, cuma bikin hanyut tapi nggak lebay. Liriknya sumpah, luar biasa puitis dan dramatically cool, ato…coolly dramatic. Ah, pokoknya gitu lah ya.

Nah, untuk lagu yang paling aku suka: Rolling In The Deep, Rumour Has It, Turning Tables, Set Fire To The Rain, He Won’t Go, sama Someone Like You. Wah, pokoknya keren dah. Lirik-liriknya itu lho, nggak nguatin. Apalagi yang Set Fire To The Rain (liriknya udah aku post sebelumnya), plus vokal Adele keren banget di sana pas digabung sama suara piano, gitar dan drum-nya. Tapi untuk musiknya secara keseluruhan, aku lebih suka Rolling In The Deep, Rumour Has It, sama Turning Tables. Lebih unik. Denger sebentar aja udah bikin merinding…..

Sayangnya, ada lagu-lagu daur ulang di sini, kayak Lovesong, If It Hadn’t Been For Love, sama Hiding My Heart. Hmmm…. dan aku juga agak ga suka gitu sama ketiga lagu di atas.

Well, all in all, aku tetap suka banget sama album ini. Vokalnya Adele keren, lagu-lagunya secara keseluruhan (musik + lirik) keren: pokoknya bakal keterlaluan banget deh kalo di the next Grammy sampe ga dapet award, at least dapet nominasi lah.