Oke, gara2 nonton film kemaren sekarang pikiranku jadi terganggu. Beberapa orang yg baca review filmku baru aja mungkin juga bakalan terganggu. Nah, sekarang aku pengen ngungkapin sesuatu.
Aku inget pas kuliah American Women yg terakhir kali sebelum ujian, kita ngebahas tentang lesbian (yg ampe sekarang masih belum bisa aku terima di antara ideologi feminism yg lain), dan bagaimana orang2 Barat ato budaya western memandang sex. Dosenku bilang, di Barat, orang2 menganggap sex itu seperti makanan. Oke, makanan ma sex itu sama2 kebutuhan biologis yah… Tapi maksudnya di sini, sex itu seperti makanan yg dibutuhin 3 kali sehari, dan bukannya sesuatu yg sakral yg mereka lakuin dengan pasangan resmi, at least pasangan hidup mereka. Jadi, kalo lagi ga punya pasangan, mereka bisa secara bebas pergi ke prostitusi ato bahkan kayak di Inggris, bisa pesen lewat iklan2 di koran. Hmm…. aku sendiri pernah liat koran Inggris The Sun yg asli (dikasih liat dosenku yg lain yg pernah kuliah di Inggris) dan emang beneran ada iklan kencan buat have sex ma cewek2 ato gigolo.
Nah, bedanya ma di budaya kita pada umumnya, sex adalah sesuatu yg sakral yg cuma bisa kita lakuin sama pasangan resmi kita (suami ato istri). Dan aku, jujur, adalah orang yg menganut ideologi itu. For me, sex can’t be romantic and sacred if you do it NOT with your husband or wife. Dan jujur sekali lagi, aku keras dan konservatif dalam hal ini, jadi aku ngejaga banget. Don’t wanna bother someone else’s thought ya… jaman sekarang kita bebas punya pandangan masing2 sih… Berangkat dari budaya kita pada umumnya itulah, masyarakat kita memandang have sex ato ML di luar nikah itu tabu dan dianggap ga bermoral. Oke, sepanjang yg kita tahu….memang pada umumnya seperti itu. Tapi ternyata dalam budaya di suatu tempat di negara ini (aku ga mo sebut nama karena ntar akan ngerusak kredibilitas tempat ini), ada yg namanya arisan gigolo buat ibu2 pedagang di suatu pasar, dan ada juga suatu daerah di mana tukar pasangan itu biasa!! Haaiih…., well…. I’m totally speechless, I can’t comment on it. Aku bener2 shock….bahkan ampe sekarang….
Terus….apakah emang bener sex itu cuma seperti makanan??? Cuma kebutuhan biologis biasa??? Apa emang sex itu bukan sesuatu yg sakral dan romantis?? Lalu, kenapa dalam agama berzina, ato (dalam bahasa yg lebih gampang) having sex sembarangan bukan dengan pasangan resmi, itu dilarang??? Aku sempat berpikir kemungkinan jawaban dari larangan Allah tersebut: mungkin karena emang pada dasarnya Allah sayang ma semua makhluk-Nya, Allah ga mau manusia2 mengidap penyakit yg mengerikan. As we all know, HIV AIDS adalah penyakit mengerikan yg bisa dibawa lewat hubungan sex, dan baru2 ini aku juga tahu kalo penyakit hepatitis B itu adalah penyakit yg bisa diakibatkan oleh hubungan sex sembarangan dan akibat dari hepatitis B itu sendiri, kita bisa terkena kanker ganas dan meninggal. Penyakit terakhir yg mematikan adalah siphilis. Well, kalo emang bener sex itu cuma seperti makanan yg merupakan kebutuhan sehari2 kita, bukannya seharusnya kita bisa sehat walopun kita gonta-ganti pasangan dan tanpa kondom pula???
Haah….aku masih belum bisa dapet jawaban ato pencerahan apapun tentang masalah ini. Aku kira, free sex di kalangan anak muda jaman sekarang ini cuma efek dari westernisasi ga terkontrol alias budaya barat yg ga bisa disaring ketat oleh media dan masyarakat. Tapi mungkin kenyataannya…. mungkin…. bagi orang2 yg ngelakuin free sex, hubungan intim cuma seperti makanan. Begitu lapar, langsung makan. Kalo bosen, bisa ganti menu. Terus hubungan sex bukan lagi kesakralan romantis antara suami-istri, karena begitu pengen orang2 bisa langsung ngelakuin dengan siapa saja, dan kalo bosen dengan satu orang, bisa ganti ma orang yg lain.
Well, I can’t still get an enlightenment about this sex stuff. I can’t figure it out. I still don’t understand.