07.30.09
Totally Dull
I’m so tired knowing that all these goddamned things can’t finish quickly!!!
I can’t even think anymore…
I’m so crazily exhausted to do even one more thing!!
Please help me, God….
Please….
07.28.09
Tired, Exhausted, Unperfect
I’ve been full of this things. I quit. I wanna quit it soon. It’s the last stage of my education life and I can only realize that I’m so tired, exhausted but in fact…all the things I’ve done are just unperfect. I lost my idealism, I lost the way I wanted it to be. It’s not what I wanted exactly, it’s not quite like that.
What the hell did I want actually?? I saw some sort of perfection, geniusness, and originality in my future sight. But then I only get something which is not like that. It’s not perfect, not genius, not original…It’s just all the same. I can’t explain but it’s just not what I wanted.
Perhaps, I should’ve not done this. I should’ve made something else other than this. I must’ve been so in hurry that the only thing I could see is that I have no time anymore. I could only think that I had to finish it soon before running out of time and money. And at the end….I have nothing but this… Nothing but this unperfection. Nothing but this fault.
I don’t know what to do anymore. What’s my next plan, I seem don’t care. Looking at what I’ve done, taking another stage of formal education will be so shamful for me. You know, I did nothing but doing the same as the others. But if not, I will be hurt so much since I got a target to reach.
My life has been so full of emptiness and now I got another. I don’t know when this emptiness will end. I don’t know when I can get a great thing for myself.
07.21.09
Tanyakan pada Dirimu Sendiri
Perasaan terhadap seseorang pasti pernah dirasakan oleh siapapun. Tapi, apa pernah orang2 yakin, amat sangat yakin, dengan perasaannya sendiri? Apa orang2 pernah tahu secara pasti, apa nama perasaan itu dan nyatakah perasaan itu??
Cinta…
Semua orang pernah mengucapakan hal itu, sering kali, bahkan terlalu sering dan berkali-kali. Tapi jarang dari mereka yg yakin arti dari kata itu sendiri dan apakah memang yg mereka ucapkan sama dengan apa yg mereka rasakan. Sering kali mereka merasa bahwa mereka merasakannya, tapi jarang mereka mempertanyakannya.
Tapi yg lebih mengerikan lagi adalah ketika kita bertanya2 tentang perasaan yg sebenarnya, jawabannya tak kunjung muncul. Ketika kita bertanya, apakah memang perasaan itu milik kita, jawabannya tak segera ada. Kita lalu hanya berputar2 di sekitar diri kita sendiri dan kemudian muncul pertanyaan, apakah kita sudah gila!!
Have you ever undergone it??
07.17.09
Pencerahan
Akhirnya aku tahu jawaban dari semua kebingunganku sendiri…
I just wanna some drama, that’s all. That’s it.
Hasrat akan drama itulah yg membawaku ke mimpi2 itu… because I know it wasn’t him…It’s never him… Never….
Between a Smart Guy and a Stupid Guy, Part 2
Pernah baca artikelku berjudul sama yg bagian pertama?? Aku sih post-nya udah lama…banget!!! tapi akhirnya kepikiran lagi gara2 lanjutan dari pembicaraan absurd aku ma temenku.
Pertanyaan sekarang adalah: kenapa cowok2 bodoh itu ngotot kudu dapet cewek cantik dengan keambraladulan mereka di mana mereka justru nganggepnya beda dan worthy to love???
I really don’t get it… Kasus yg baru2 aja aku omongin ma temen2ku ini bener2 bikin aku bingung. Apakah hal semacam itu bahkan bisa disebut CINTA??? Disebut sebuah hubungan aja ga bisa!!! Haah…. Why are we so fond of living in the middle of fake world with its fake things???
Hal2 yg Terjadi, The Last Part
July 16, 2009…the worst day of my life. And I’m done.
I was the victim of the education system in my place. They gave me the one who should’ve not been my supervisor. They missunderstood what I was gonna do. It was all wrong from the very first time, it was all wrong and I couldn’t nothing.
They judge me, laugh at me, made a fool of me like I didn’t know at all about what I was doing, what I made. I didn’t let me say a word, the one who’s supposed to do so even didn’t say a word.
They were very successful in fooling me, of course… I had NO ONE to tell me what’s wrong and what’s right!! I didn’t even have NO FUCKING ONE telling me that my analysis was GOD-DAMNED WRONG!!! One of them questioning my feminism theory, but YOU’RE THE ONE who suggesting me to do so, I’m sorry…????!!!
Of course they wouldn’t like to blame. This is the system in my place in which it says:
1. your lecturers are never wrong
2. if they’re wrong, back again to number 1.
I know I can never blame on anyone. I know that it’s your right, your supremacy, YOU SO-CALLED LECTURERS!!!
I worked it all by myself. I stood on my own.
It’s not about you and your thesis that you the only one who knows it, it’s only about them…they only, THE LECTURERS!!
07.13.09
Fenomena Ibu2 yg Ga Suka Pacar Anaknya
Nah, ini dia topik terbaru dan terabsurd yg baru aja aku diskusiin ma temenku. Sebenernya topik ini dateng dari topik sebelumnya di artikel Cinta, Jodoh, dan Pasangan Hidup. Intinya adalah, pacar2 dari dua orang yg alim yg ternyata malah ambruladul. Nah, kelanjutan dari kasus ini adalah ibu dari dua orang itu akhirnya terus2an meneror mereka karena pacar2 mereka yg aneh itu. Oke, intinya aja (intinya terus???) adalah ibu dua orang itu akhirnya menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pacar2 mereka.
Ini kemudian bergeser ke masalah lain yg diceritakan temenku itu. Temennya temenku itu ternyata juga punya pacar yg agak2 ga disukai ma ibunya. Ibunya ga ngerasa yakin ma pacarnya yg masih terlalu muda dan mungkin berpikir kalo pacarnya itu masih berbau hura2 ala anak muda. Haahh…
Terus akhirnya aku ma temenku diskusi tentang fenomena ini: ibu2 yg ga suka pacar anaknya. Ini bukan sekedar fenomena, tapi juga dilema. Gimana jadi dilema?? Jelas aja dilema. Gimana nggak?? Kalo seorang anak sukanya ma si A, tapi ibunya tidak restu dan akhirnya malah terus2an neror anaknya dan bilang “Kamu pilih aku ato pacarmu??!!!” Whhuuuaahhhh!!!!! MAMPUS…..MAMPUS….!!! Aku akhirnya mikir gini, terus gimana ntar kita milih pasangan hidup?? Kebanyakan dari kita pasti ga bisa harus jadian ato nikah ma orang yg ga kita suka, hubungan kita jadi ga ikhlas dong. Tapi tentu kita juga ga bisa jadian ato nikah tanpa restu ortu dong, apalagi restu ibu. Restu ibu itu kan restu Allah, restu Tuhan. Hubungan kita dengan pasangan kita ga mungkin langgeng dan berjalan lancar tanpa restu ibu dan doanya pada Allah yg membuat hubungan kita selamat dunia akhirat. Lha, sekarang gimana coba???
Haahh….terakhir waktu aku ngomongin ini ma mamaku, mamaku juga ikut2an kayak ibu2 itu yg ga suka pacar2 anak2nya. Awalnya sih, mama cuma bilang syarat pacarku agamanya harus bagus, anaknya baik. Itu doang. Tapi habis itu waktu ditanya, gimana kalo dia dari keluarga broken home??? Mamaku bilang dengan tidak relanya, “Hmm….kalo bisa jangan deh….” WHHUUAAAHHHH!!!! MAMPUS AKU, MAMPUS!!!! Haahh…, kalo prinsipku sih, YANG NIKAH ITU SIAPA YA??? AKU ATO MAMAKU??? Tapi sekali lagi, kita ga bisa nikah dan hidup bahagia tanpa restu orang tua. HHmmm….sungguh dilema….
07.09.09
Hal2 yg Terjadi: Part 11
Tegang….aku bener2 TEGANG!!! Bentar lagi aku mo ujian skripsi, siapa yg ga tegang coba?? Bayangin aja di ruangan itu cuma ada aku dan empat dosen ajaib yg siap buat nanyain hal2 yg ajaib!! Hmmm….yah, belum lagi revisi2 yg bakalan ada ntar, bakalan nguras waktu dan pikiran lagi. Belum lagi urusan2 administrasi yg mengikuti, bla…bla…bla…
Aku bener2 tegang mikirin ujianku. Setelah aku recap, ternyata ada banyak kelemahan di dalam skripsiku yg harus aku cari jawabannya dan beberapa keanehan lain yg harus aku defend di tengah2 ujian!! Seorang dosen bilang, kita adalah yg paling tahu tentang skripsi kita dan kita tinggal defend mati2an dalam ujian untuk nunjukin inti dari skripsi kita yg sebenernya. Yah, doakan aja aku selamat Kamis depan, tanggal 16 Juli 2009. That will be my judgement day!!!
07.07.09
Cinta, Jodoh, dan Pasangan Hidup
Love is for no reason, I will not argue or doubt it. Sering kali aku ngobrol ma temenku soal cinta, berdebat soal kok bisa orang ini cinta ma orang itu, kok bisa orang itu cinta ma orang ini. Tapi ujung2nya kita cuma bisa sepakat kalo cinta itu ga pernah ada alasannya. Cinta ya cinta aja, jatuh cinta ma siapa aja ga bakalan bisa dihindari.
Tapi apa cinta itu murni bisa membawa kita ke jodoh kita?? I mean, apa beneran dan apakah pasti kita berjodoh ma orang yg kita cintai?? Udah ada banyak bukti kalo hidup ga selalu berjalan seperti itu. Apa yg ditulis di novel2 romantis itu cuma angan2 dan harapan orang2 kalo kita pasti berjodoh ma orang yg kita cintai.
Jodoh dan cinta kadang jadi kontradiksi, kadang jadi sesuatu hal yg aneh sendiri. Kayak temenku sekarang ini, dulu bisa2nya pacaran ma cowok yg patriarki banget padahal dianya mandiri setengah mati dan tipe2 cewek kuat yg ga mo dibatasi cowok. Sekarang (setelah satu alasan tertentu), dia malah ma cowok yg sabarnya minta ampun nanggepi semua keanehan dia, nerima dia apa adanya dengan segala kemandirian dan kekuatannya, bahkan cenderung serius banget (padahal temenku itu slengekan) dan manut banget ma temenku itu. Plus, pacar temenku yg sekarang itu romantis banget pula! Temenku itu yg ga sensitif sama sekali aja ampe ketularan romantis!! Ckckckck….
Masih ada banyak lagi pasangan2 aneh yg aku tahu. Ada cowok yg pendiem setengah mati, pacarnya malah cerewet ga karuan. Bahkan ada yg kebalikannya, cowoknya rewel banget, ceweknya malah pendiem. Ada yg cowoknya o’on ga jelas, tapi pasangannya malah muja2 dia kayak dewa gitu seolah2 ga ada orang lain yg lebih baik dari cowoknya. Yg paling absurd yg baru aja aku tahu adalah, ada dua cowok yg alimnya minta ampun pacar2nya malah ga jelas semua alias ambruladul! Oke, untuk informasi terakhir sih aku belum tahu pasti gimana karakter dua cewek itu, tapi menurut sumber yg bisa dipercaya, sumber tersebut ga suka ma aura yg keluar dari dua cewek itu. Kalo auranya aja udah ga nyenengin, pasti ada hal2 aneh dalam diri dua cewek itu, kan?? Jadi inget omongan seorang sesepuh: SELERA ANAK2 MUDA ITU ANEH2 AJA, YA??
Haaaiiihh…kalo udah gini, pertanyaan berikutnya adalah: siapa yg bakal jadi pasangan hidup kita?? Orang yg bener2 kita cintai seaneh/beda apapun dia, dan/ato serusak apapun dia (hhmmm…..kasar ya??)? Orang yg akhirnya berjodoh ma kita walo kita ga cinta ato bahkan ga tertarik sama sekali ma dia? Ato….siapa??? Bukannya aku ga percaya yg namanya cinta, aku juga yakin sih cinta itu ada dalam diri setiap manusia. Tapi buat aku, yg penting dari sebuah hubungan adalah tanggung jawab dan komitmen. Karena terus-terang, bagiku cinta yg abadi itu cuma cinta antara manusia dan Tuhan. Manusia adalah tempat pertarungan antara baik dan buruk, dan belum tentu kita cuma bisa cinta ma satu orang aja selama kita berhubungan ma orang itu. Manusia ga terduga, dan bisa aja kita jatuh cinta ma banyak orang dalam hidup kita. Di dunia ini, dalam diri manusia, ga ada yg abadi. Termasuk cinta sesama manusia.
Aku bukan cuma asal ngomong karena aku udah buktiin sendiri lewat temen2ku, keluargaku, dan orang2 yg aku kenal. Yg bisa aku buktikan adalah, hubungan cowok-cewek itu adalah masalah tanggung jawab dan komitmen, bukan (ato bukan semata) soal cinta. Kuncinya satu, dalam menjalani sebuah hubungan, seorang cowok ato cewek ga mungkin ga selingkuh, ato at least ga mungkin ga pernah tertarik ato suka ma orang lain. Cek sendiri deh, kalo ga percaya.
07.06.09
Ngurus Anak
Oke, let alone my eagerness to have a spouse and to get married. Biar mimpi tinggal mimpi dulu untuk sementara ini. Sekarang yg jadi fokusku adalah yg namanya ngurus anak. Yup, NGURUS ANAK!! Kenapa tiba2 aku kepikiran tentang hal ini?? Gini, di pihak mama, mamaku adalah anak kedua dari kakek-nenekku, dua sepupu tertuaku udah pada mandiri, yg satu di luar negeri dan yg satu di luar kota. Di tempat aku tinggal, aku dan kakakku adalah yg tertua dari sederetan cucu2 kakek-nenekku. Kami berdua adalah sepupu tertua di antara yg lain. Nalar kan?? Ya iyalah….DODOL.
Di bawahku emang ada dua sepupu yg udah cukup ’berumur’, belasan tahun ampe dua puluh tahun. Tapi di bawahnya lagi, masih remaja, anak2, dan….BALITA!! Nah, kehadiran anak2 dan balita inilah yg bikin aku kepikiran: GIMANA CARANYA NGURUS ANAK??? Oke, aku mang suka ma anak kecil, terutama yg lucu dan imut2. Tapi untuk mengasuh mereka, seriously…aku ga tahu gimana caranya. Harus aku akui kalo ketidakdekatan antara aku dan sepupu2ku yg masih anak2 dan balita itu salah satu faktornya adalah karena aku ga tahu caranya ngurus mereka kalo ga ada om2 ma tante2ku. Mungkin ada sedikit sisi positif kalo aku bisa ’mengajar’ anak2. Aku bisa ngajari mereka baca, tulis, gambar, ato nyegah mereka ngelakuin hal2 yg nggak2 alias nakal. Tapi buat ndulang makan, mandiin + pipis + BAB, ngelap iler (APALAGI BAGIAN ITU, HIII……!!!!), ganti popok, ato ngemong mereka supaya mereka seneng dan ga nangis terus….wah mampus deh aku beneran ga ngerti gimana caranya!!! Ada sepupu di bawahku yg lebih muda (jelaslah, dia baru mo SMA gitu), malah bisa dan pinter banget ngurus anak2 dan balita. Aku ampe punya panggilan sendiri buat sepupuku yg lebih muda itu: baby sitter!! Hahahaha….yah, gimana lagi??? Adik2 sepupuku yg masih bocah maunya dan bisanya diurus ya sama sepupuku yg itu kok! Haaiihh…
Yg sekarang aku pikirin adalah….gimana kalo ntar aku (beneran) nikah dan punya anak?? Sebagai ortu yg bertanggung jawab, tentunya aku harus mau ngurus anak dalam masa cuti kerja, iya kan??? Hhhmmm…tampaknya aku harus tambah kriteria cowok yg ntar (bakalan) jadi suamiku: HARUS BISA IKUTAN NGURUS ANAK!!! Tentunya, demi tanggung jawab bersama (tanpa alasan buat nge-les lho!).


