erdeaka…life and so on

the truth about being purple, fucking football, and unbelieveable reality of life

Archive for the ‘kind of thought’ Category

Road Not Taken – Robert Frost

Posted by crazypurple on October 28, 2009

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I –
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

Posted in kind of thought | Leave a Comment »

Feminisme yg Sesungguhnya

Posted by crazypurple on October 8, 2009

Kemaren2 itu aku ma temenku bener2 ngerasain yg namanya direndahin sebagai wanita. Kita bener2 ngerasain yg namanya hanya dianggap sebagai boneka mainan, bocah ingusan yg baru lulus kuliah yg ga tahu apa2, dan obyek seks pria di mana kita bisa diajak have sex kapan aja dan di mana aja mereka mau, terutama jadi korban mimpi2 kotor mereka. Bodohnya lagi, pria2 itu menganggap satu2nya cara mengorek sesuatu dari kita berdua adalah dengan cara mempermainkan perasaan kita.

Aku jadi inget obrolanku dengan mantan dosenku dulu tentang feminisme dan kapitalisme. Dosenku bilang, feminisme jaman sekarang itu udah gagal, kita sekarang ini tinggal di jaman posfeminisme karena semua orang udah jadi feminis. Buktinya adalah merebaknya kapitalisme. Dalam ideologi kapitalisme, tubuh manusia baik tubuh pria maupun wanita bisa menjadi komoditas yg diperjual-belikan tanpa pandang buluh dan dengan kamuflase apa aja. Let’s say…selain ada prostitusi, ada juga gigolo. Selain model2 dan bintang film cewek yg berani ngejual dan nampakin tubuhnya, ada juga model2 ma bintang film cowok yg rela ngelakuin hal serupa. Selain ada lesbian yg ingin mandiri dari cowok secara biologis, ada juga kaum gay yg have sex dengan sesama. Dunia sekarang udah terlalu kapitalis buat menyatakan bahwa kita masih perlu feminisme. Tapi menurutku, inti dari feminisme itu masih ada dan perlu diperjuangkan.

Pengalamanku ma temenku lah yg bikin aku berpikiran kayak gitu. Kita bener2 ngerasain direndahkan, dipermainkan, dilecehkan, dan dimanfaatkan sebagai wanita. Bukan cuma perasaan, tapi juga badan. Aku kira cara2 kotor manfaatin tubuh cewek buat ngorek info2 penting itu cuma kejadian di film2 Hollywood yg emang patriarki abis, tapi ternyata di kehidupan nyata ada juga yg kayak gitu. Heran. Film2 Hollywood itu emang beneran ga sehat nih.

Weits, jangan berpikiran kotor dulu. Apa yg aku alami ga sejauh itu. Cuma emang beneran tubuhku ini secara tidak langsung udah digunakan buat mancing orang lain. Sumpah deh! Aku bener2 ga bisa ngebayangin, gimana perasaan wanita yg jadi ibu dari orang2 macam itu.

Karena pengalaman inilah, aku ma temenku sekarang makin ngukuhin diri buat merjuangin nasib kita sebagai wanita. We will be smarter, stronger, and better than eve

Posted in kind of thought, tentang erdeaka | 1 Comment »

Pelajaran No. 2

Posted by crazypurple on September 14, 2009

Sepanjang bulan Ramadhan ini aku suka banget nonton sinetron PPT 3 sambil buka puasa. Ini pertama kalinya aku bener2 nonton sinetron ini karena dulu ga begitu tertarik. It’s not just another sinetron, I think. Kenapa aku suka banget nonton sinetron ini? Simply, ’cause it shows me how human beings naturally and passionately are. Manusia tetep aja manusia, secara natural diciptakan sebagai tempat berbagai macam kesalahan dan keburukan (walo ada sisi baiknya juga), dan secara nafsu sangat dipengaruhi oleh setan. Btw, ngomong2 soal setan, aku pernah baca novel Turki (review-nya bisa dibaca di book review-ku) yg ngomong kalo kita ga pernah bisa nyalahin setan atas segala hal yg mereka lakuin ke kita karena emang Allah ngijinin mereka buat ngelakuin itu buat nguji kita. Dan aku setuju ma hal itu.

Tapi dari sekian hal yg disajikan di sinetron itu, aku paling suka satu tagline yg selalu diungkapkan tokoh2nya:

”Allah cuma sedang bercanda dengan kita”

Itu bukan cuma sekedar ungkapan buat nenangin orang2 yg emosi karena sedang diuji sama Allah dan juga bukan cuma sekedar omongan sok bijaksana. Kalimat itu ada maknanya, dan aku yakin maknanya dalem banget. Karena kalo emang Allah becanda dengan kita (say…menguji dengan berbagai cara), kita ga boleh marah seperti kalo kita baru becanda ma temen sendiri ato ma keluarga. Coba pikir, kalo pas kita becanda ma temen ato keluarga, biasanya kita ketawa dan membalas, ato nanggepin dengan tepat supaya yg becandain kita kalah dan kita bisa megang kendali atas diri kita sendiri supaya ga jadi bahan tertawaan. Iya, kan?

Kasusnya bisa hampir 11-12 ma Allah. Kalo Allah becandain kita, kita ga boleh marah ato emosi. Tapi kita harus bisa nanggepin becandaan Allah itu dengan tepat supaya kita bisa megang kendali atas diri kita sendiri dan akhirnya kita yakin, bahwa Allah becandain kita karena emang kita mampu buat nangkal dan nanganin becandaan macam apapun.

Akhir2 ini aku lagi sadar kalo Allah mungkin sedang becandain aku dalam satu hal. Kemaren begini, sekarang begitu, besoknya begini lagi dan terus kayak gitu. Aku bukan cuma disuruh kuat dan bisa nanggepin becandaan ini, tapi aku rasa aku disuruh yakin ma diriku sendiri…apapun itu. Jika emang keyakinanku itu salah, aku tetep ga boleh kalah dari becandaan Allah karena aku dituntut buat nyari jalan keluar supaya tetep bisa ngeraih satu poin supaya hasilnya bisa seri. Mungkin…kalo pas becanda ma temen ato keluarga kita, itu lebih kayak saling ngejek satu sama lain. Siapa yg paling kuat dan pinter dalam membalas ejekan, dia yg paling bisa bertahan.

Kalo emang Allah baru becanda ma aku (dalam hal yg hanya aku dan Allah yg tahu), berarti mulai saat ini aku harus siap2 buat nanggepin semua becandaan ini dan nyari cara buat nangkalinnya.

Posted in kind of thought | Leave a Comment »

Kompetisi dan Realita

Posted by crazypurple on September 14, 2009

Hmm…it’s been two months since I’d done my last education stage, and two weeks since I’d graduated…I’m now officially a job seeker, applying and waiting for some jobs (please note: the kind of job that I want!). Intinya, sekarang masih dalam status pengangguran yg ngelamar kerjaan dan nunggu panggilan (kalo emang IYA dipanggil!!).

Tapi ada dua hal yg lagi aku pikirin. Yup, kompetisi ma realita, tepatnya…kompetisi dan realita dalam dunia kerja. Kompetisi buat ngeraih posisi terbaik dan ngedapetin hasil yg terbaik, dan realita di mana dunia kerja itu sama aja ma dunia kriminal!! Cuma bedanya, di dunia kerja, si penjahat ga bakal dihukum penjara. Say…aku mungkin mang katak dalam tempurung, dan sekarang aku harus siap buat ngadepin semua itu once aku dah masuk ke dunia kriminal di luar sana.

Masalahnya, aku masih belum tahu bisa sekuat apa aku. My friend said that I’m tough, but I don’t really think so. Nginget ujian skripsi pas aku dibantai ma para penguji aja aku masih trauma ampe sekarang! Patah hati aja bisa ampe berhari2 ga sembuh2! Oke, sekarang sih udah ga ya, tapi tetep aja pas masih kemaren2 itu…aku bisa mengharu-biru ampe berhari2, lamenting myself with those favorite broken-heart songs of mine. Kadang aku juga mikir, dulu waktu papa ga ada aku bisa kuat bukan karena aku kuat, tapi karena emang sejak kecil aku ga begitu deket ma almarhum papa.

Haahh….di sisi lain kadang aku berusaha buat berpikir positif tentang diriku sendiri. Mungkin, semua hal yg ngebebani aku selama ini, fakta2 di mana aku selalu ketiban hal2 buruk yg ternyata semua ga berjalan seperti yg aku inginkan (karena itulah aku sering iri ma orang lain) diberikan Allah karena Dia tahu kalo aku bisa kuat ngadepin semua itu. Contoh, pembantaian pas aku ujian skripsi. Aku ketiban sial karena dapet pembimbing yg ga sesuai ma proposal skripsi yg aku ajukan, dan akhirnya aku harus ganti topik. Ganti topik pun, sang pembimbing tetep aja ga punya kapabilitas yg mumpuni buat nanganin skripsiku dan akhirnya aku harus kerja sendiri selama 5 bulan tanpa arahan yg jelas. Alhasil, pas ujian aku dibantai habis2an ma para penguji. Tapi aku tetep dapet nilai bagus waktu ujian skripsi karena para penguji tahu kalo aku punya pengetahuan dan kapabilitas yg mumpuni dalam skripsiku sendiri. Jadi, istilah GR-nya ya (yah beneran…anggep aja aku GR), para penguji akhirnya ngasih aku nilai bagus karena mereka tahu aku pinter, dilihat dari penampilanku pas ujian itu.

Tapi ya…itu tadi, aku masih belum tahu aku bisa sekuat apa di dunia kerja nanti. Aku masih belum punya bayangan, ntar akhirnya aku kerja di mana dan bakalan dibantai seperti apa. Aku cuma bisa berusaha dan siap2 dari sekarang.

Posted in experience, kind of thought | 2 Comments »

Pencerahan, Bag.2

Posted by crazypurple on August 31, 2009

Apa yg membuatmu merasa/berpikir bahwa kau tertarik pada seseorang, menyukainya, atau mencintainya? Mungkin saja sebenarnya kau tak punya perasaan apa2 pada orang itu, atau sebenarnya kau tahu dari hatimu yg terdalam bahwa dia bukan untukmu.  Akan tetapi tetap saja kau merasa/berpikir bahwa kau menginginkannya.

Karena segala hal yg terjadi apda manusia disetir oleh hati dan pikiran, maka aku cuma bisa menyediakan kemungkinan jawaban dari kedua sumber tersebut.

Pertama, dari pikiran seseorang itu sendiri. Kadang orang2 ga sadar kalo pikiran mereka udah mendorong mereka untuk melakukan sesuatu/memikirkan sesuatu. Ini adalah problem utamanya. Ketika menginginkan seseorang, mungkin saja perasaan ingin memiliki itu muncul bukan akrena rasa, tapi lebih karena kita berpikir bahwa kita menginginkan seorang kekasih yg sesuai dengan tipe/kriteria kita, atau karena dia bisa mengangkat status/posisi kita, atau karena dia bisa membuat kita bangga, atau justru dengan bersamanyalah kita bisa menjadi kebanggan. Akan sangat menyenangkan kalo kita bisa jadi kebanggaan seseorang, kan? SO, pikiran2 samacam itulah (dan berbagai macam pikiran yg lain) yg bisa saja mendorong kita berpikir bahwa kita menyukai, tertarik, atau mencintai seseorang dan ingin memilikinya.

Dorongan yg kedua datang dari hati manusia, dan ini selalu berhubungan dengan emosi dan nafu. Contoh, kita merasa sangat mencintai seseorang, padahal sebenarnya kita hanya merasa ingin mencintai seseorang karena hati kita kosong (intinya kita hanya ingin hati kita aktif). Kita juga bsia merasa sangat mencintai seseorang karena kita iri pada orang lain dan pasangannya hingga kita merasa harus mencintai seseorang yg lebih baik/hebat. Kita juga bisa saja merasa mencintai seseorang hanya karena kita menginginkan drama dalam hidup kita. Aku pernah bilang kalo manusia itu suka sekali sibuk membuat diri mereka sendiri sibuk, ingat? Sering kali, manusia hanya menginginkan drama!!

Nah, yg terakhir berhubungan dengan sex appeal yg nantinya menjurus pada nafsu (birahi). Sering kali tanpa kita sadari kalo kita tertarik/suka/mencintai seseorang hanya akrena sex appealnya (which means…you just wanna fuck with them!!). Sex appeal memang bisa sangat menarik perhatian lawan jenis (bisa juga sesama jenis sih…) dan sering kali orang tidak peduli dan langsung saja men-judge  hati mereka sendiri bahwa mereka telah jatuh cinta!!

Becareful people, what you see is not what you get. the one for you has been determined by God and someday…God will tell you by your heart, by your intuition.

Posted in kind of thought | 1 Comment »

Pelajaran No. 1

Posted by crazypurple on August 26, 2009

Ketika kita berpuasa dengan perut kosong, mampukah kita mengosongkan hati kita pula?? Banyak orang mengatakan harus bisa, sebagian orang berusaha tapi berpura-pura bisa, dan yg lain hanya diam karena kenyataannya mereka memang tidak bisa.

Hati manusia takkan akan pernah bisa kosong, pikiran mereka juga takkan pernah bisa kosong…karena jika bisa maka mereka bukanlah manusia!! Itulah mengapa manusia akan sulit sekali untuk merasa ikhlas. Mungkin bisa, tapi sulit karena manusia selalu saja sibuk membuat diri mereka sendiri sibuk dengan segala sesuatu yg ada di depan mereka. Ketika sedikit lagi mereka bisa keluar dari jerat setan dan bebas untuk merasa ikhlas, tiba2 terbersit dalam benak untuk mencari celah agar mereka kembali sibuk dengan segala permasalahan mereka. Manusia hanya ingin bergelut dengan drama, itu saja.

I tell you no bullshit ’cause I reveal what I feel…and I’m totally a human being. Yg sulit bukanlah mengikhlaskan segala hal dalam hidup kita, tapi bagaimana caranya agar kita bisa berkata pada diri kita sendiri bahwa kita ingin hidup tenang tanpa kesibukan apapun di dunia ini agar pada akhirnya kita bisa ikhlas sepenuh hati. Tapi jika kita tidak sibuk dan hanya berdiam diri di sudut kehidupan kita sendiri, itu berarti kita juga bukan manusia.

Dilema…itulah yg sedang aku pikirkan. Kemarin aku merasa bisa mengikhlaskan segalanya, tapi di kemudian hari aku masih bertanya2 kenapa semuanya seolah2 ingin membunuhku perlahan2. Satu hal yg bisa membuat atau mungkin membantu manusia untuk ikhlas adalah percaya dan menerima segala yg sudah digariskan, diputuskan, atau ditakdirkan Tuhan. Tapi hal lain yg membuat manusia sulit sekali untuk ikhlas adalah pertanyaan yg tak pernah terjawab: mengapa semuanya terjadi padaku dan mengapa harus aku??

Tuhan punya kuasa atas segalanya, Tuhan punya jawabannya, tapi Tuhan takkan memberi tahu kita. Tidak akan pernah…

Posted in kind of thought | 1 Comment »

Tanyakan pada Dirimu Sendiri

Posted by crazypurple on July 21, 2009

Perasaan terhadap seseorang pasti pernah dirasakan oleh siapapun. Tapi, apa pernah orang2 yakin, amat sangat yakin, dengan perasaannya sendiri? Apa orang2 pernah tahu secara pasti, apa nama perasaan itu dan nyatakah perasaan itu??

Cinta

Semua orang pernah mengucapakan hal itu, sering kali, bahkan terlalu sering dan berkali-kali. Tapi jarang dari mereka yg yakin arti dari kata itu sendiri dan apakah memang yg mereka ucapkan sama dengan apa yg mereka rasakan. Sering kali mereka merasa bahwa mereka merasakannya, tapi jarang mereka mempertanyakannya.

Tapi yg lebih mengerikan lagi adalah ketika kita bertanya2 tentang perasaan yg sebenarnya, jawabannya tak kunjung muncul. Ketika kita bertanya, apakah memang perasaan itu milik kita, jawabannya tak segera ada. Kita lalu hanya berputar2 di sekitar diri kita sendiri dan kemudian muncul pertanyaan, apakah kita sudah gila!!

Have you ever undergone it??

Posted in kind of thought | 1 Comment »

Between a Smart Guy and a Stupid Guy, Part 2

Posted by crazypurple on July 17, 2009

Pernah baca artikelku berjudul sama yg bagian pertama?? Aku sih post-nya udah lama…banget!!! tapi akhirnya kepikiran lagi gara2 lanjutan dari pembicaraan absurd aku ma temenku.

Pertanyaan sekarang adalah: kenapa cowok2 bodoh itu ngotot kudu dapet cewek cantik dengan keambraladulan mereka di mana mereka justru nganggepnya beda dan worthy to love???

I really don’t get it… Kasus yg baru2 aja aku omongin ma temen2ku ini bener2 bikin aku bingung. Apakah hal semacam itu bahkan bisa disebut CINTA??? Disebut sebuah hubungan aja ga bisa!!! Haah…. Why are we so fond of living in the middle of fake world with its fake things???

Posted in kind of thought | 1 Comment »

Fenomena Ibu2 yg Ga Suka Pacar Anaknya

Posted by crazypurple on July 13, 2009

Nah, ini dia topik terbaru dan terabsurd yg baru aja aku diskusiin ma temenku. Sebenernya topik ini dateng dari topik sebelumnya di artikel Cinta, Jodoh, dan Pasangan Hidup. Intinya adalah, pacar2 dari dua orang yg alim yg ternyata malah ambruladul. Nah, kelanjutan dari kasus ini adalah ibu dari dua orang itu akhirnya terus2an meneror mereka karena pacar2 mereka yg aneh itu. Oke, intinya aja (intinya terus???) adalah ibu dua orang itu akhirnya menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pacar2 mereka.

Ini kemudian bergeser ke masalah lain yg diceritakan temenku itu. Temennya temenku itu ternyata juga punya pacar yg agak2 ga disukai ma ibunya. Ibunya ga ngerasa yakin ma pacarnya yg masih terlalu muda dan mungkin berpikir kalo pacarnya itu masih berbau hura2 ala anak muda. Haahh…

Terus akhirnya aku ma temenku diskusi tentang fenomena ini: ibu2 yg ga suka pacar anaknya. Ini bukan sekedar fenomena, tapi juga dilema. Gimana jadi dilema?? Jelas aja dilema. Gimana nggak?? Kalo seorang anak sukanya ma si A, tapi ibunya tidak restu dan akhirnya malah terus2an neror anaknya dan bilang “Kamu pilih aku ato pacarmu??!!!” Whhuuuaahhhh!!!!! MAMPUS…..MAMPUS….!!! Aku akhirnya mikir gini, terus gimana ntar kita milih pasangan hidup?? Kebanyakan dari kita pasti ga bisa harus jadian ato nikah ma orang yg ga kita suka, hubungan kita jadi ga ikhlas dong. Tapi tentu kita juga ga bisa jadian ato nikah tanpa restu ortu dong, apalagi restu ibu. Restu ibu itu kan restu Allah, restu Tuhan. Hubungan kita dengan pasangan kita ga mungkin langgeng dan berjalan lancar tanpa restu ibu dan doanya pada Allah yg membuat hubungan kita selamat dunia akhirat. Lha, sekarang gimana coba???

Haahh….terakhir waktu aku ngomongin ini ma mamaku, mamaku juga ikut2an kayak ibu2 itu yg ga suka pacar2 anak2nya. Awalnya sih, mama cuma bilang syarat pacarku agamanya harus bagus, anaknya baik. Itu doang. Tapi habis itu waktu ditanya, gimana kalo dia dari keluarga broken home??? Mamaku bilang dengan tidak relanya, “Hmm….kalo bisa jangan deh….” WHHUUAAAHHHH!!!! MAMPUS AKU, MAMPUS!!!! Haahh…, kalo prinsipku sih, YANG NIKAH ITU SIAPA YA??? AKU ATO MAMAKU??? Tapi sekali lagi, kita ga bisa nikah dan hidup bahagia tanpa restu orang tua.  HHmmm….sungguh dilema….

Posted in kind of thought | 1 Comment »

Cinta, Jodoh, dan Pasangan Hidup

Posted by crazypurple on July 7, 2009

Love is for no reason, I will not argue or doubt it. Sering kali aku ngobrol ma temenku soal cinta, berdebat soal kok bisa orang ini cinta ma orang itu, kok bisa orang itu cinta ma orang ini. Tapi ujung2nya kita cuma bisa sepakat kalo cinta itu ga pernah ada alasannya. Cinta ya cinta aja, jatuh cinta ma siapa aja ga bakalan bisa dihindari.

Tapi apa cinta itu murni bisa membawa kita ke jodoh kita?? I mean, apa beneran dan apakah pasti kita berjodoh ma orang yg kita cintai?? Udah ada banyak bukti kalo hidup ga selalu berjalan seperti itu. Apa yg ditulis di novel2 romantis itu cuma angan2 dan harapan orang2 kalo kita pasti berjodoh ma orang yg kita cintai.

Jodoh dan cinta kadang jadi kontradiksi, kadang jadi sesuatu hal yg aneh sendiri. Kayak temenku sekarang ini, dulu bisa2nya pacaran ma cowok yg patriarki banget padahal dianya mandiri setengah mati dan tipe2 cewek kuat yg ga mo dibatasi cowok. Sekarang (setelah satu alasan tertentu), dia malah ma cowok yg sabarnya minta ampun nanggepi semua keanehan dia, nerima dia apa adanya dengan segala kemandirian dan kekuatannya, bahkan cenderung serius banget (padahal temenku itu slengekan) dan manut banget ma temenku itu. Plus, pacar temenku yg sekarang itu romantis banget pula! Temenku itu yg ga sensitif sama sekali aja ampe ketularan romantis!! Ckckckck….

Masih ada banyak lagi pasangan2 aneh yg aku tahu. Ada cowok yg pendiem setengah mati, pacarnya malah cerewet ga karuan. Bahkan ada yg kebalikannya, cowoknya rewel banget, ceweknya malah pendiem. Ada yg cowoknya o’on ga jelas, tapi pasangannya malah muja2 dia kayak dewa gitu seolah2 ga ada orang lain yg lebih baik dari cowoknya. Yg paling absurd yg baru aja aku tahu adalah, ada dua cowok yg alimnya minta ampun pacar2nya malah ga jelas semua alias ambruladul! Oke, untuk informasi terakhir sih aku belum tahu pasti gimana karakter dua cewek itu, tapi menurut sumber yg bisa dipercaya, sumber tersebut ga suka ma aura yg keluar dari dua cewek itu. Kalo auranya aja udah ga nyenengin, pasti ada hal2 aneh dalam diri dua cewek itu, kan?? Jadi inget omongan seorang sesepuh: SELERA ANAK2 MUDA ITU ANEH2 AJA, YA??

Haaaiiihh…kalo udah gini, pertanyaan berikutnya adalah: siapa yg bakal jadi pasangan hidup kita?? Orang yg bener2 kita cintai seaneh/beda apapun dia, dan/ato serusak apapun dia (hhmmm…..kasar ya??)? Orang yg akhirnya berjodoh ma kita walo kita ga cinta ato bahkan ga tertarik sama sekali ma dia? Ato….siapa??? Bukannya aku ga percaya yg namanya cinta, aku juga yakin sih cinta itu ada dalam diri setiap manusia. Tapi buat aku, yg penting dari sebuah hubungan adalah tanggung jawab dan komitmen. Karena terus-terang, bagiku cinta yg abadi itu cuma cinta antara manusia dan Tuhan. Manusia adalah tempat pertarungan antara baik dan buruk, dan belum tentu kita cuma bisa cinta ma satu orang aja selama kita berhubungan ma orang itu. Manusia ga terduga, dan bisa aja kita jatuh cinta ma banyak orang dalam hidup kita. Di dunia ini, dalam diri manusia, ga ada yg abadi. Termasuk cinta sesama manusia.

Aku bukan cuma asal ngomong karena aku udah buktiin sendiri lewat temen2ku, keluargaku, dan orang2 yg aku kenal. Yg bisa aku buktikan adalah, hubungan cowok-cewek itu adalah masalah tanggung jawab dan komitmen, bukan (ato bukan semata) soal cinta. Kuncinya satu, dalam menjalani sebuah hubungan, seorang cowok ato cewek ga mungkin ga selingkuh, ato at least ga mungkin ga pernah tertarik ato suka ma orang lain. Cek sendiri deh, kalo ga percaya.

Posted in kind of thought | 1 Comment »